menyusun cerita inspiratif
Si kakek yang keras kepala dan menyedihkan
pada hari minggu bulan September 2024, aku sedang bermain bersama teman ku yang bernama Ica, aku dan Ica berencana dan memutuskan untuk bermain sebentar di kamar ku, karena aku dan temanku sudah berjanji bahwa kita akan bermain game roblox bersama, saat sedang bermain di kamar, aku dan Ica merasa lapar dan ingin jajan, lalu aku dan Ica memutuskan untuk beli makanan seblak di dekat depan gang ku, awalnya aku dan temanku ingin membeli mie ayam di dekat rumah ku, tetapi sesaat ingin ketempat mie ayam tersebut ternyata tempat mie ayam tersebut sedang libur dan tutup, akhirnya aku berakhir membeli seblak yang sedang buka di depan gang rumah ku, sebelum ke warung seblak aku pun memakai kerudung dan mengambil duit di dompet ku untuk membeli seblak, lalu akupun bergegas ke tempat seblak nya bersama temanku Ica.
Saat kami ingin memesan seblak aku melihat kakek-kakek yang sedang menuntun sepeda nya dengan jalan yang lambat dan sedikit bergetar badannya di sebrang gang depan rumah ku, melihat itu aku pun menolong kakek tersebut dan teman ku sedang membayar seblak, saat aku menolong kakek tersebut tiba-tiba tetangga ku menghampiri ku dan menolong kakek tersebut, akhirnya aku dan tetangga ku mengantarkan kakek dengan sepedanya ke arah rumah kakek tersebut, sebelum aku dan tetangga ku mengantarkan kakek tersebut aku bilang ke teman ku bahwa aku mau mengantarkan kakek tersebut ke rumah nya, dan temanku menunggu ku di warung seblak tersebut, aku dan tetangga ku pun mengantarkan kakek tersebut dengan aku yang menuntut sepeda tersebut dan tetangga ku yang menuntut kakek tersebut untuk menuju kerumah nya.
Sambil aku menuntut sepeda kakek tersebut tetangga ku bercerita bahwa Kakek tersebut suka sekali jatuh dengan sepedanya di jalan tersebut, karena ternyata kakek tersebut mempunyai penyakit, dan Kakek tersebut keluar rumah karena ia selalu bosan di rumah terus-menerus, padahal tetangga ku sudah bilang kepada kakek tersebut bahwa bahaya keluar sendirian apalagi dengan keadaan seperti itu, maka dengan itu tetangga ku sangat hapal sekali dengan jalan rumah kakek tersebut yang tidak jauh jaraknya dari warung seblak tersebut, karena tidak sekali saja tetangga ku membantu kakek tersebut malah lebih dari 2 kali, karena Kakek tersebut suka jatuh dengan sepedanya di dekat daerah depan gang rumah ku.
Saat sampai di rumah Kakek tersebut aku dan tetangga ku melihat bahwa pagar rumahnya terbuka dan melihat istri dari kakek tersebut sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya, lalu saat mengantarkan kakek tersebut ke dalam halaman rumahnya istri dari Kakek tersebut melihat serta menghampiri aku dan tetangga ku dan bertanya kenapa dengan suaminya, lalu tetangga ku pun menceritakan kronologi nya kepada nenek tersebut dan istri dari Kakek tersebut berbicara bahwa Kakek tersebut suka keluar rumah diam-diam tanpa sepengetahuan dia, padahal istrinya suka menasehati kakek tersebut untuk diam di rumah dan menonton tv saja, karena Kakek tersebut punya penyakit yang tidak bisa di kontrol kapan saja, tetapi Kakek tersebut suka sekali mengabaikan pembicaraan dari istrinya tersebut, terkadang kakek dan istri nya tersebut suka sekali bertengkar karena Kakek tersebut yang suka keras kepala dan melawan istrinya itu. Lalu aku dan tetangga ku pun berpamitan kepada nenek dan kakek tersebut dan nenek tersebut berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada aku dan tetangga ku atas penolongngan suami nya.
saat ingin pergi aku dan tetangga ku di panggil nenek tersebut untuk kembali karena nenek tersebut ingin memberikan jantung pohon pisang yang nenek dan kakek tersebut tanam di halaman rumahnya atas imbalan aku dan tetangga ku menolong kakek tersebut, tetapi aku dan tetangga ku menolak pemberian kakek tersebut agar jantung pohon pisang tersebut di masak atau di rawat oleh kakek nenek kembali, akhirnya pun aku balik ke warung seblak tersebut dan menghampiri teman ku Ica untuk pulang dan memakan Seblak nya, saat sesampai nya aku dan temanku di kamar ku, lalu aku bercerita kronologi nya kepada teman ku Ica karena dia tidak tahu apa yang terjadi sesampai aku mengantar kakek-kakek tersebut ke rumah nya, setelah mendengar itu teman ku pun merasa iba dan kasihan terhadap kakek tersebut serta ia meminta maaf kepada ku bahwa tidak bisa menemaninya, menolong dan mengantarkan kakek tersebut.

Comments
Post a Comment