ARTIKEL KASUS MISTERIUS MARY REESER (1951)
Wanita tua yang mendadak ditemukan dalam keadaan hangus terbakar sampai menjadi abu dan tengkorak kepala yang menyusut di kursi apartemennya.
Pada tanggal 1 Juli 1951, Mary Hardy Reeser sedang bersiap-siap untuk tidur di apartemennya di St. Petersburgh, Florida.
Wanita berusia 67 tahun itu ditinggalkan sendirian (mengenakan piyama tidur yang tebal) setelah putranya mampir untuk berkunjung.
Dia merasa kesal pada hari sebelumnya karena tidak bisa melakukan perjalanan ke utara.
Sebelum tidur dia sempat meminum 2 pil tidur, merokok, dan kemudian duduk di kursi malasnya. Namun, siapa sangka itu adalah hari terakhir Mary terlihat hidup.
Keesokan paginya, Pansy (tetangga Mary) datang berkunjung untuk mengirimkan telegram untuknya. Akan tetapi ketukan Pansy tidak kunjung dibalas oleh Mary.
Pansy pun memegang gagang pintu apartemen Mary, dia terkejut karna merasakan betapa panasnya gagang pintu tersebut.
Pansy langsung memanggil petugas pemadam kebakaran dan mereka pun memaksa masuk ke dalam apartemen Mary.
Setelah berhasil dibuka secara paksa, ternyata apartemen Mary dipenuhi asap dan sudah terbakar sebagian, mereka langsung memeriksa kamar tapi tidak menemukan siapapun.
Namun setelah memeriksa sudut ruangan yang terdapat kursi malas yang sudah terbakar, mereka terkejut karena menemukan Mary sudah dalam keadaan menjadi abu.
Yang tersisa hanyalah kaki kiri Mary yang masih terbungkus sepatu, potongan tulang punggung, dan tengkorak kepalanyayang menyusut hingga seukuran cangkir. Lemak manusia yang meleleh juga ditemukan di karpet.
tw // corpse⚠️
Penyelidik menemukan banyak bukti yang menunjukkan bahwa panas ekstrem lah yang telah menyebabkan kebakaran di apartemen tersebut.
Sebagian kerusakan terjadi di ruang tamu tempat kursi malas itu berada dan dapur
Akan tetapi, sebagian besar lainnya tidak mengalami kerusakan, dan tidak ada satu pun perabotan lain yang terbakar. Kamar tidurnya bahkan tampak bersih.
Kompor, pemanas, dan kulkasnya masih berfungsi dengan baik. Koran-koran yang tertinggal di atas laci pun masih terlihat utuh.
Jika bukan karena abu, asap di bagian atas dinding dan sisa-sisa tubuh Mary di kursi malasnya, tidak akan ada tanda-tanda kebakaran disana sama sekali.
Lalu bagaimana bisa Mary terbakar habis tanpa sisa sementara apartemennya tidak terbakar?
Teorinya berkisar dari bunuh diri setelah kematian suaminya, pembakaran spontan, bahkan sambaran petir.
Para ahli pun mengatakan bahwa suhu sekitar 3000° fahrenheit selama beberapa jam sampai bisa menghancurkan tulang Mary. Sementara kebakaran pada umumnya hanya mencapai sekitar 2000° fahrenheit.
Mereka pun mengklaim tengkorak Mary seharusnya meledak dan bukannya menyusut.
Terlepas dari itu, sebagian besar penyelidikan seputar kematian Mary masih sebatas dugaan, sehingga kasus ini masih menjadi misteri hingga saat ini.
(cr: Twitter@martabakismissu)






Comments
Post a Comment