artikel dampak polusi udara bagi kesehatan dan lingkungan

PENGERTIAN POLUSI UDARA 

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. 


Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Dari segi kesehatan, polusi udara atau pencemaran udara dapat berakibat pada terganggunya kesehatan bagi manusia. Mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Banten, berikut daftar dampak polusi udara pada kesehatan:


1. Menimbulkan bibit penyakit

Udara kotor mengandung zat-zat yang berbahaya, mulai dari zat-zat kimia, debu hingga membawa bibit-bibit penyakit. Penyakit yang isebabkan oleh polusi udara, antara lain seperti sesak napas, asma, dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan terjadinya kanker.


2. Membuat mata merah dan iritasi

Debu dari polusi udara dapat masuk ke dalam mata, sehingga bisa membuat mata menjadi merah dan mengganggu penglihatan. Untuk bisa menjaga mata agar tak terkena debu atau kotoran, saat melakukan perjalanan, sebaiknya mengenakan kacamata jalan dan setelah itu mencuci muka jika sudah sampai di tempat tujuan.


3. Kulit gatal-gatal dan bersisik

Debu dari polusi udara dapat menempel pada kulit dan bisa menimbulkan beberapa macam gejala, sehingga kulit menjadi terasa gatal dan juga bersisik. Usahakan, untuk tetap mandi secara teratur setiap hari, sehingga kulit tetap bersih, terawat dan sehat.


4. Iritasi pada saluran pernapasan

Banyaknya debu-debu yang kotor dan dihirup sangat tidak baik untuk kesehatan manusia. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, maka bisa menyebabkan pergerakan silia yang berubah menjadi lambat, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa terhenti, sehingga tidak bisa membersihkan saluran pernapasan.

5. Gangguan pada pernapasan

Udara kotor yang mengandung karbondioksida dan gas beracun lainnya sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia. Udara kotor yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan juga bisa menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut, seperti contohnya asma dan juga bronkitis. Tidak menutup kemungkinan, apabila kita terkena udara yang tercemar secara terus-menerus, maka bisa berakibat sangat fatal, hingga ke kanker paru-paru.

6. Mengganggu tumbuh kembang anak

Di dalam udara kotor ada kandungan timbal, yang apabila masuk ke dalam saluran pernapasan anak, akan berdampak sangat berbahaya. Bisa menyebabkan terjadinya penghambatan terhadap pertumbuhan

dan perkembangan anak. Sementara pada orang dewasa, timbal dapat mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan.


7. Mengurangi jarak pandang

Hal ini bisa terjadi jika polusi udara terjadi dengan tebal. Jika asap terjadi dengan tebal, maka bisa mengganggu penglihatan, yang secara otomatis bisa mengurangi jarak pandang. Jika jarak pandang berkurang, salah satu solusinya adalah berjalan lebih hati-hati atau lebih pelan-pelan untuk menghindari dari yang adanya tabrakan atau kecelakaan. Bahkan, tidak hanya kita sebagai manusia saja terganggu, aktivitas bandara juga terganggu bahkan bisa menimbulkan delay terhadap beberapa keberangkatan.


8. Penyebab utama terjadinya pemanasan global

Pemanasan global atau akrab kita kenal dengan nama global warming ini bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu bumi, yang juga menimbulkan air laut yang ikut naik.

9. Gangguan pada sistem reproduksi

Polusi udara juga bisa mengganggu sistem reproduksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan juga, tak hanya sistem reproduksi yang terganggu, melainkan beberapa organ lain seperti ginjal dan jantung juga bisa terkena.

10. Tanaman terganggu hingga mati

Adanya polusi udara atau pencemaran udara, tanaman juga bisa terserang penyakit. Penyakit itu mulai dari bintik hitam, klorosis, nekrosis dan beberapa penyakit lain.

Dampak Polusi Udara Terhadap Lingkungan

Selain merugikan kesehatan manusia, dampak polusi udara atau pencemaran udara dapat menyebabkan berbagai efek terhadap lingkungan makhluk hidup. Masih merujuk informasi dari DLHK Provinsi Banten, berikut daftar dampak polusi udara pada lingkungan:


1. Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan yang mengandung asam nitrat dan asam sulfat yang berbahaya. Pada lingkungan, hujan asam merusak pohon dan menyebabkan tanah dan badan air menjadi asam, membuat air tidak cocok untuk beberapa ikan dan satwa liar lainnya. Hal ini juga mempercepat peluruhan bangunan dan patung.


2. Eutrofikasi

Suatu kondisi dalam tubuh air di mana konsentrasi nutrisi (seperti nitrogen) tinggi yang merangsang pertumbuhan alga, yang dapat menyebabkan ikan mati dan hilangnya tumbuhan dan satwa. Aktivitas manusia dapat sangat mempercepat eutrofikasi dengan meningkatkan jumlah nutrisi yang memasuki ekosistem perairan. Emisi nitrogen oksida dari pembangkit listrik, mobil, truk, dan sumber-sumber lain berkontribusi terhadap jumlah nitrogen memasuki ekosistem perairan.


3. Haze

Disebabkan ketika sinar matahari bertemu partikulat kecil pencemar di udara. Haze mengaburkan kejelasan, warna, tekstur, dan bentuk apa yang kita lihat. Beberapa pencemar penyebab haze (sebagian besar partikel sangat kecil) secara langsung dipancarkan ke atmosfer oleh sumber seperti pembangkit listrik, fasilitas industri, truk dan mobil, dan kegiatan konstruksi. Selain itu terbentuk saat gas dipancarkan ke udara (seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida) membentuk partikulat.


4. Penipisan ozon

Ozon adalah gas yang terjadi baik di dasar dan di bagian atas atmosfer bumi, yang dikenal sebagai stratosfer. Pada tingkat dasar, ozon merupakan pencemar yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Di stratosfer, ozon membentuk lapisan yang melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya.


5. Perubahan iklim global

Manusia telah mengganggu keseimbangan alami dengan memproduksi beberapa gas rumah kaca dalam jumlah besar dari, termasuk karbon dioksida dan metana. Akibatnya, atmosfer bumi menahan lebih banyak panas matahari, menyebabkan temperatur rata-rata bumi meningkat sebuah fenomena yang dikenal sebagai pemanasan global. Banyak ilmuwan percaya bahwa pemanasan global dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan manusia, pertanian, sumber daya air, hutan, satwa liar, dan daerah pesisir


Comments

Popular Posts