cerpen keluarga

                   keluarga di atas segalanya


Pada suatu hari ada seorang pria yang bernama Nara dia berumur 17 tahun dia adalah anak tunggal yang suka bertengkar kepada kedua orang tua nya, Nara sangat suka keluar rumah malam - malam bersama pacarnya, Nara adalah anak yang tidak suka di larang dan di kekang oleh kedua orang tua nya, setiap ia di larang dia selalu suka membentak dan mendorong Kedu orang tua nya.

Kedua orang tuanya sudah berumur 50 tahun, setiap orang tua nya sakit ia tidak akan merawatnya atau memperdulikan kedua orang tua nya, Nara sangat suka sekali pergi ke bar bersama pacarnya. pada suatu hari Nara ingin pergi ke bar bersama pacarnya tetapi orang tuanya tidak suka dan melarang nya, apalagi Nara yang berpergian malam - malam bersama perempuan, walaupun begitu Nara tidak peduli dan terus membentak Kedua orang tuanya walaupun di hari itu orang tuanya sakit ataupun lelah.

Sampainya Nara di bar dia melihat pacarnya yang bersama laki - laki lain, dia melihat pacarnya yang mengejek, menghina dan merendahkan Kedua orang tuanya di depan laki-laki tersebut, walaupun begitu Nara tidak marah dan terus berkencan dengan pacarnya tersebut, ketika sedang berkencan kedua orang tuanya menelpon Nara terus menerus tetapi Nara mendiamkan dan malah mematikan handphone nya. di sisi lain Kedua orang tuanya sangat butuh Nara untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit, apalagi ibunya yang sedang asma dan ayahnya yang mempunyai penyakit jantung 

sampainya Nara di rumah ia terkejut melihat kedua orang tuanya yang sedang tergeletak di ubin ruang tamu, ibu dan ayahnya mengeluarkan busa dari dalam mulutnya, Nara buru - buru mengantar kan kedua orang tua nya memakai mobil, sampai nya di rumah sakit dokter bilang kepada Nara bahwa orang tuanya tidak bisa di selamatkan, mendengar itupun Nara pun bahagia dan senang karena tidak ada yang bisa melarang dan mengekang nya lagi.

Namun Nara menyadari semakin ia kehilangan kedua orang tuanya dia tidak terurus dan kesusahan, apalagi dimana pacarnya mengambil setengah warisan kedua orang tuanya, semenjak itu Nara pun menjadi merasa bersalah dan terus keinginan untuk bertemu kedua orangtuanya, sampai di mana ia sudah tidak kuat lagi karena tidak ada yang peduli dan mengurus nya dia selama di tinggalkan kedua orangtuanya, Nara pun memberanikan diri untuk bunuh diri di dekat jembatan rumahnya.

 

Comments

Popular Posts